| Minahasa Raya Net |
tatto babi
Posted by Joker on 13/11/2001, 5:06 am
| Om Utu adalah pelaut yang mempunyai istri yang
cantik yang baru saja dinikahinya. Sebagaimana lagu berkata "Siapa bilang pelaut mata keranjang". Begitu juga Om Utu telah berjanji untuk tidak akan mata keranjang. Tapi karena tugasnya sebagai pelaut apalagi istrinya cantik, maka diapun tidak akan "take it for granted" untuk hal yang satu ini. Setelah konsultasi dengan "orang-orang pinter", maka diapun membawa istrinya ke tempat tatto. Om Utu: "Bin (panggilan mesranya terhadap istrinya), untuk melindungimu dari segala macam cobaan, maka akan dibuatkan tatto di perutmu, tepat di atas alat vitalmu." Istrinya meskipun keberatan, tapi mengizinkan juga. Maka dibuatkanlah sebuah tatto di perut sang istri. Tattonya adalah gambar babi yang berdiri. Saatnya tiba lagi bagi Om Utu harus berangkat melaut. Sebelum berangkat dia berpesan pada istrinya. Om Utu: "Bin, tatto itu bukan saja untuk melindungi kamu dari orang jahat, tapi juga akan mencegah kamu dari melakukan persinahan." Istri: "Maksudnya, Lak (panggilan kesayangan untuk laki) ?" Om Utu: "Maksudnya, kalau kamu berzinah, saya pasti akan tahu, sebab tatto itu akan hilang." Maka berangkatlah Om Utu dengan rasa tenang dan sedikit merasa menang. Enam bulan sudah Om Utu melaut, belum juga ada tanda-tanda untuk kembali. Sang istri muda ini sudah mulai gerah dan tak tahan karena nggak ada "income". Maka mulailah dia main gila. Dan benar hilanglah tatto tersebut. Sang istri tenang saja. "Nanti di suruh tatto lagi", pikirnya. Maka pergilah dia ke tukang tatto. Suatu hari, suami yang telah lama melaut pulang juga. Tanpa upacara penyambutan segala, mereka berdua langsung ke tempat peraduan. Maklum sudah lama nggak tersalur (setidaknya bagi Om Utu). Tapi tiba-tiba, "Hah ! kamu ternyata main gila yah?" teriak Om Utu. Istri: "Bagaimana kamu bisa berkata begitu." "Astaga !", pikir sang istri kaget juga. Tidak diperhatikannya ternyata tattonya nggak sama dengan yang sebelumnya. Tatto yang baru adalah gambar babi yang sedang duduk. Istri: "Hei Lak. Ngana memang nyanda da ontak. Sedangkan orang lelah kalu badiri
terus satu hari. Apalagi babi soe ini. So lelah katu dia badiri terus selama 7
bulan." |